Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 April 2015

Lampu Orange Sedang Menyala: SIAGA DAN WASPADALAH!

Selamat Siang ^_^

Saya mau sharing artikel menarik yang ada baiknya untuk kita cermati.

Artikel by
Pak PAULUS BAMBANG W. SANTOSO
(Presdir UNITED TRACTORS & ASTRA GROUP)


LAMPU ORANYE SEDANG MENYALA : SIAGA DAN WASPADALAH
Optimisme mendadak terhenti. Pesimisme mulai bersemi. Itulah situasi yang sedang kita hadapi di ekonomi riil bangsa kita. Euforia Konferensi Asia Afrika dengan gemelegar pidato dan acara seakan menjadi penyejuk sejenak untuk mengobati kepenatan masyarakat, termasuk para kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir disini.

Bayangkan, ditengah optimisme politik Asia Afrika, bayangan kemuraman ekonomi semakin nyata. Tidak dapat disangkal lagi, semua sedang menghadapi krisis perekonomian yang tak mudah dicari obatnya.

China, sebagai penggerak ekonomi Asia, semakin terpuruk dengan tingkat pertumbuhan hanya sekitar 7 persen mendampingi indeks manufaktur yang sudah dibawah 50 sebagai titik nadir pertumbuhan. Afrika Selatan sebagai anggota BRICS juga tidak bisa diharapkan menjadi pendorong kelompok Afrika. Lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Kuartal 1 tahun 2015, mengikuti trend penurunan sejak kuartal 4 tahun 2014, semakin menunjukkan gejala LAMPU ORANYE (SIAGA DAN WASPADA). Artinya sudah melampaui LAMPU KUNING (HATI HATI) tapi belum sampai ke LAMPU MERAH (BAHAYA).

Sektor Makanan dan Minuman sudah turun 10 persen mendampingi sektor lain yang selama ini jadi andalan ekonomi domestik. Kelesuan ini sangat dirasa, bahkan banyak pengusaha resto maupun rumah makan kecil sudah merasakan dampaknya secara nyata. Pengunjung sepi. Kalah mal masih ramai, hanya untuk sarana rekreasi dengan belanja seadanya. Banyak yg menahan diri untuk berbelanja. Itu sebabnya banyak pengusaha yang mulai jor-jor-an obral diskon.

Saya bukan bermaksud menjadi ekonom, untuk menakut nakuti anda. Tapi paragraf awal ini hanya gambaran sederhana untuk menunjukkan kondisi perekonomian dunia dan kita sedang menuju perlambatan yang semakin cepat.

Nah, ini yang saya mau bagikan. Bukan soal bagaimana membuat ekonomi bergairah tapi bagaimana mempersiapkan diri agar kita tetap bisa SURVIVE kalau krisis terjadi.

Prinsipnya sederhana saja : kita harus mengatur keuangan kita, sehingga 'KALAU EKONOMI TAMBAH BURUK, KITA MENJADI ORANG TERAKHIR YANG TERKENA DAMPAK, TAPI KALAU EKONOMI MEMBAIK KITA MENJADI ORANG PERTAMA YANG MENIKMATINYA'.

Bagaimana strateginya ?

Pertama, perketat PENGELUARAN anda. Tunda yang tidak perlu, kurangi yang perlu, batalkan yang hanya berupa keinginan.

Dalam kondisi sulit, pendapatan akan semakin sulit bertambah, itu sebabnya yang bisa meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga adalah mengurangi pengeluaran.

Caranya : matikan lampu yg boros, kurangi jajan diluar, stop investasi walaupun diskon yang ditawarkan menggiurkan.

Kedua, lunasi HUTANG anda secepatnya, apalagi hutang dengan menggunakan kartu kredit. Ingat dalam kondisi krisis, bunga hutang akan membunuh anda pelan pelan karena orang yg berhutang akan menjadi budak orang yg menghutanginya.

Ketiga, alokasi TABUNGAN anda ke sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik, entah itu deposito, saham, tanah, property, mata uang asing.

Keempat, berani CUT LOSS kalau investasi anda sudah menurun misalnya property atau saham kalau itu didanai dengan hutang bank apalagi kartu kredit.Keyakinan akan lebih baik, lebih untung, hanya ada ketika ekonomi tumbuh baik. Ini menyebabkan banyak orang berani berhutang untuk spekulasi. Sebaiknya dalam kondisi lampu oranye, konsep itu segea diamputasi.

Kelima, ini yg terakhir tapi paling penting. Jangan paranoid, jangan panik tapi tetap optimis walapun waspada. Perbanyak CASH dan tabungan LIKUID anda, karena ketika kondisi semakin memburuk anda bisa membeli asset dengan harga sangat miring, orang yg BU alias BUTUH UANG akan mendiskonto dengan besar. Kesempatan bagi anda memiliki assets produktif dengn harga 'murah'.

Itu sebabnya saya sering berujar, dalam kondisi sulit CASH IS KING, dalam kondisi resesi CASH IS CAESAR.

Goodluck... ^_^


Jumat, 28 Februari 2014

Cara Kaya ala Li Ka-Shing (Milyuner Hong Kong)



Artikel ini saya baca di internet, rupanya artikel ini pun telah ditulis ulang di berbagai media. Bahkan saya pernah mendengar kisah tentang orang ada dalam artikel ini beberapa waktu yang lalu.

Saya share di blog saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua dan semoga bisa menjadi sebuah pemikiran untuk kita yang sering menganggap saran dari financial planner terlalu berat untuk diterapkan yaitu membatasi pengeluaran maksimal 60% dari penghasilan dan menyisihkan minimal 10% untuk berinvestasi.

Beberapa waktu ini saya sering menyimak beberapa financial planner di Indonesia lewat TV maupun twitter. Jadi lama kelamaan semakin terbuka pemikiran akan pentingnya financial planning untuk menuju kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Ini adalah rumus hidup kaya ala Li Ka-Shing, seorang milyuner dari Hong Kong. Dalam nasihatnya, Li Ka-Shing menggunakan contoh penghasilan RMB 2,000 (kurang lebih Rp.4jt) per bulan. Maka untuk permudah, saya pakai Rp.4jt saja. Nasihat ini cocok bagi Anda yang masih muda dan belum memiliki banyak uang.

Jika kita memiliki penghasilan Rp.4,000,000, maka:

  1. Rp. 1,2jt (30%) untuk biaya hidup. Kurang lebih Rp.40rb per hari. Gunakan transportasi umum atau yang lebih murah. Saat masih muda, tubuh kita tidak akan bermasalah dengan makanan yang seadanya.
  2. Rp. 1jt (25%) untuk investasi. Investasi pada hal kecil. Bisa juga berbisnis hal yang kecil-kecil dulu. Beli barang grosiran dan jual secara ritel. Pengalaman yang didapatkan dari berdagang akan sangat berharga dalam hidup. Dan jika Anda rugi, ruginya masih kecil. Jika berhasil, sisihkan keuntungan untuk investasi jangka panjang agar keuangan Anda dan keluarga terjamin di masa depan.
  3. Rp. 800rb (20%) untuk sosialisasi. Anggarkan Rp. 200rb untuk pulsa telepon. Traktir teman-teman Anda sebanyak 2x per bulan, masing-masing kurang lebih Rp.300rb. Jika dilakukan setiap bulan selama 1 tahun, lingkaran teman Anda pasti bertambah dan Anda akan mendapat reputasi sebagai orang yang dermawan. Ingat bahwa Anda harus traktir orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih banyak, punya lebih banyak uang, atau berperan dalam membantu Anda dalam karir.
  4. Rp. 600rb (15%) untuk belajar. Sisihkan sebagian untuk beli buku dan sisanya untuk mengikuti kursus/workshop. Semakin besar pendapatan Anda, pastikan untuk menghadiri kelas-kelas yang lebih advance. Kelas tidak saja bermanfaat untuk mendapatkan ilmu, namun Anda juga bisa mendapatkan teman-teman baru yang memiliki pandangan ke depan seperti Anda.
  5.  Rp. 400rb (10%) untuk berlibur ke luar negeri. Anda harus berjalan ke luar negeri minimal 1x setiap tahun. Gunakan hostel dan bepergian ala backpacker. Selain untuk menyegarkan pikiran, liburan ke luar negeri akan membuka mata Anda mengenai dunia di luar.
Jika setelah hidup susah payah selama 1 tahun dan ternyata penghasilan Anda di tahun berikutnya masih Rp.4jt, Anda harus malu. Itu artinya Anda belum berkembang sebagai seorang manusia. Pergilah ke pasar dan beli tahu terkeras yang ada, lalu pukulkan ke kepala Anda karena Anda pantas menerima hukuman tersebut.

Jika penghasilan Anda sekarang Rp.6jt, itu berarti Anda masih harus bekerja lebih keras lagi. Cari pekerjaan sampingan, kalau bisa di bidang sales. Pekerjaan sales sangat sulit namun ilmu menjual sangat penting dalam hidup Anda ke depan dan ini merupakan cara tercepat untuk mempelajarinya. Di tahun kedua, penghasilan Anda idealnya Rp.10jt. Jika masih Rp.6jt, itu artinya Anda menjadi semakin miskin digerogoti inflasi.

Minimalisir pengeluaran konsumtif seperti sepatu dan pakaian. Anda bisa puas membelinya saat sudah kaya nanti. Berhematlah dan belikan hadiah untuk orang-orang tercinta Anda.

Pertahankan kelima rasio tersebut dan Anda akan mulai memiliki kelebihan uang. Ini adalah rencana untuk siklus kehidupan yang lebih baik. Kondisi tubuh Anda akan membaik seiring peningkatan asupan nutrisi dan kasih sayang. Teman bertambah dan network Anda menjadi semakin berharga.

Saat Anda miskin, berbaiklah kepada orang lain. Jangan penuh perhitungan. Saat Anda kaya, biarlah orang lain berbuat baik kepada Anda. Saat Anda miskin, jangan banyak memilih, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Saat Anda kaya, jaga diri dan jangan mudah dimanfaatkan orang. Saat Anda miskin, Anda harus murah hati dan mudah berbagi. Saat Anda kaya, jangan terlihat boros. Pada titik tersebut, kehidupan Anda akan mencapai keseimbangan.

Teori terkenal dari Harvard: penentu nasib seseorang terletak pada apa yang dilakukannya antara pk.20.00 – 22.00. Gunakan 2 jam tersebut untuk berpikir dan terlibat dalam diskusi atau ikut kursus yang bermanfaat.

Jangan fokus pada masa lalu. Jangan pikirkan kegagalan atau kesempatan yang hilang di masa lalu. Semua orang punya kesalahan. Yang penting adalah belajar dan tidak mengulangi kesalahan tersebut. Dan dalam kondisi apa pun, jangan lupa untuk selalu tersenyum. Live for the better Life...make it happen.